KPB Santuni Warga Korban Badai Cot Puuk

KAMI PEDULI BIREUEN | Bireuen Komunitas Kami Peduli Bireuen (KPB) menyalurkan bantuan berupa bahan pokok kepada keluarga miskin korban rumah ambruk diterjang angin kencang serta hujan deras di desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura yang terjadi pada Selasa (5/5/2020) sekira pukul 23.15 WIB malam.

Bantuan tersebut diserahkan koordinator KPB Bripka Deni Putra, Kamis (7/5/2020) ketika menyambangi langsung lokasi rumah ambruk dan keluarga korban yang sedang berada di tempat penampungan sementara di desa setempat.

Dikatakan Deni, keluarga Aisyah sangat layak dibantu sebuah rumah karena memang keluarga miskin dan belum mendirikan rumah sendiri, bahkan diketahui pertapakan rumahnya masih diatas tanah orang lain.

“Kami dari KPB siap membantu (membangun-red) satu unit rumah semi permanen, bila Aisyah memilki lahan untuk didirikan rumah, dan ini tadi sudah kami sampaikan Keuchik” sebut Deni.

Pada kesempatan yang sama, Keuchik Gampong Cot Puuk, A Thaleb AR mengatakan, untuk sementara ini Aisyah dan suami beserta empat anaknya tinggal di tenda darurat yang lokasinya berdekatan dengan balai pengajian yang sedang dibangun.

“Saat ini mereka (Aisyah dan keluarga) tinggal di tempat penampungan sementara dekat dengan balai pengajian gampong yang sedang dibangun,” kata A Thaleb.

Lanjutnya, pertapakan rumah Aisyah bukan tanah miliknya, kami sudah berupaya mencarikan tanah rumah untuknya, baik dilokasi ini maupun ditempat lain dalam wilayah desa Cot Puuk

“Pertapakan tanah rumah yang ambruk milik Aisyah, bukan miliknya. Kami sudah berusaha memfasilitasi mencarikan tanah untuk dibeli, baik dilokasi ini maupun ditempat lain” terang Keuchik A Thaleb yang baru setahun menjabat itu saat berbincang dengan Koordinator KPB Bripka Deni dilokasi rumah ambruk tersebut.

Selain itu, saat dikonfirmasi terpisah usai Shalat Terawih, Kamis (7/5) sekira pukul 22.00 WIB malam, terkait ketersediaan lahan rumah untuk Aisyah, Keuchik A Thaleb mengungkapkan, sudah kami telusuri dan tanyakan kepada beberapa warga yang memiliki lahan kosong, namun belum ada yang bersedia menjualnya.

“Hingga saat ini belum ada warga yang bersedia menjual tanah. Kami sudah jajaki, namun belum ada yang menjual,” ujar Keuchik.

Ia menambahkan, sejak menjabat Keuchik setahun lalu, ia juga sudah sampaikan kepada keluarga bersangkutan untuk segera mencarikan tanah rumah, agar bisa dibantu bangun rumah, baik dengan dana desa maupun diurus bantuan ke kabuputen. Jadi bukan kami tidak peduli, karena syarat bangun rumah memang harus diatas tanah sendiri. Bahkan tahun 2018 lalu Desa Cot Puuk sudah membangun dua rumah permanen untuk warga muskin diatas tanah mereka sendiri,”

“Bukannya kami pemerintah gampong tidak peduli, setahun lalu disaat awal menjabat, saya sudah beritahukan kepada keluarga Aisyah untuk mencarikan lahan rumah, agar bisa dibantu bangun rumah dengan dana desa atau di urus ke kabupaten bahkan provinsi. Karena salah satu syaratnya, ya punya tanah sendiri. Malahan tahun 2018 Desa Cot Puuk sudah membangun dua unit rumah permanen untuk warga miskin, diatas tanah mereka sendiri tentunya,” kisah Keuchik A Thaleb AR.

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on google
Google+